4/1/12

Today I had a really beautiful morning :)


Today I had a really beautiful morning.

Mungkin untuk orang lain hal ini tidak ada istimewa-istimewanya, tapi aku tidak akan membohongi diri sendiri dengan mengatakan aku tidak menganggap momen tadi indah. Rasanya lebih baik macet dan kita tak kunjung sampai di tempat tujuan agar aku bisa lebih lama menikmati waktu, berdua denganmu di atas motormu. Berharap akan ada lain kali tapi aku sendiri tidak bisa memastikan kapan lagi bisa begini. Dan aku hanya bisa menikmati detik-detik yang rasanya berlalu sangat cepat itu dalam diam di depan punggungmu. Diam-diam memandangimu yang tak pernah sedekat ini sebelumnya. Ingin mengajakmu bicara tapi tiba-tiba aku tidak tahu lagi apa arti kata-kata. Kamu yang selama ini hanya diam dan menanggapiku seadanya. Sungguh rasa penasaran sangat menggelitikku. Apa kamu juga begitu?
Aku tak bisa lama-lama memandang punggungmu kalau tidak memeluknya. Aku tak bisa lama-lama berdiam diri seperti ini kalau tidak mengawalinya dengan mengatakan, “Aku sungguh menyayangimu” di telingamu. Detik-detik yang kini ku kenang, ku lewati dengan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan lewat sms ataupun saat kita chatting. Aku sangat menyadari perubahan sikapmu akhir-akhir ini. Perubahanmu yang membuatku mau tak mau jadi berharap. Aku sendiri tidak benar-benar menyadari rasa yang diam-diam menyelinap ini sampai saat aku melihat wajahmu yang memerah karena malu padaku di hari itu.
Dan ternyata aku sungguh menyukaimu. Aku sungguh menginginkan kamu untukku. Aku berharap ini bukan lagi sekedar pencarian pelampiasanku setelah dia mengecewakanku dengan kepergiannya. Aku sendiri penasaran dengan apa yang kamu pikirkan setelah mengetahui perasaanku padamu padahal temanmu itu sudah membuat kenangan sendiri dihatiku. Aku mohon jangan anggap aku ini tidak serius karenanya. Walau sungguh aku sudah mengagumimu sebelum dia datang. Tidakkah kau menyadarinya?
Sampai sekarang aku masih takut untuk berharap. Aku selalu takut berharap. Dan terkadang aku benci terus berharap dan tidak bisa berhenti. Tapi sungguh aku ingin kamu berbeda.
Aku suka kamu. Walaupun kamu pendiam dan pemalu. Walaupun rumahmu begitu jauh. Walaupun mungkin kamu sulit menyediakan waktu untukku. Walaupun sepetinya bahasa kita berbeda. Walaupun asal kita tidak sama.
Aku suka kamu. Wajahmu yang memerah. Suaramu yang membuatku menggila. Matamu yang menatap malu. Terlebih lagi petikan gitarmu yang diselipi suara indah dari mulutmu.
Dan sekarang aku sudah merindukanmu lagi. Hanya selang hitungan detik, menit dan jam, aku sudah mengingikanmu lagi. Sungguh saat kamu berkata kamu tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, sudut hatiku berteriak bahwa aku bukan sebuah kesalahan. Sungguh saat kamu berkata kamu butuh sayap, sudut hatiku berteriak lebih keras lagi bahwa aku bisa menjadi apa yang kamu butuhkan. Aku nyaris tidak peduli dengan tanggapan buruk orang-orang tentang perasaanku ini yang ku harap menjadi perasaan kita.

No comments:

Post a Comment