4/21/12

Aku hanya bukan siapa-siapa.


Aku memang terkadang penasaran pada hal baru.

Tertarik, ingin mencoba.

Tapi saat aku sudah benar-benar mencobanya, I just feel that I’m not myself anymore.

Terlalu memaksa, tertekan karena sesungguhnya aku tidak cukup mampu untuk melakukannya.

Dan aku mulai merasa gila karena aku tidak bisa melakukan apapun dengan benar.

Mencari diriku sendiri di atas tumpukan halusinasi akan kehebatan pada hal-hal baru yang berkilauan.

Tapi aku terlalu jauh hingga sinar itu tidak pernah tergapai dan menyadari betapa bodohnya aku karena mungkin diriku tidak ada disana atau dimanapun.

Mungkin aku hanya bukan siapa-siapa.

4/14/12

Aku khawatir.


Kamu tau?

Aku takut kamu kenapa-kenapa.
Aku panik tiap kamu kumat, tiap tiba-tiba kamu kesakitan.

Bolehkah aku memandangimu?
Hanya ingin memastikan kamu masih baik-baik saja.

Bolehkah aku memelukmu?
Hanya ingin menyumbangkan sedikit penghilang rasa sakit sementara  untukmu.

Bolehkah aku duduk di sampingmu?
Hanya ingin hadir jika nanti kamu ingin menyandarkan kepalamu yang mungkin sudah terasa berat.

Bolehkah aku menggandeng tanganmu?
Hanya ingin menyalurkan sisa kehangatan yang aku punya agar kamu tidak kedinginan.

Dan…
Bolehkah aku mencium keningmu?
Hanya ingin memberimu mantra ajaib agar kamu cepat sembuh.

4/11/12

I love you all :)


I <3 you God. Because of you I’m still here right now. 
I <3 you Dad. You are my favorite man. 
I <3 you Mom. I can’t stop say thanks to God who sent you to me. 
I <3 you both of my sister. Sometimes you can be so annoying but in another sometimes you two really can be my bestfriend. 
I <3 you my boyfriend. Thanks for save me every I’m fall. 
I <3 you my friends. Thanks to always cheer me up and care to me. 
and thanks to my ex boyfriends and the boys that I ever used to love :)

4/7/12

World is too small for us


Dunia itu sempit ya?

Aku sama sekali nggak nyangka ending buat kita berempat serumit dan sesederhana ini. Tadinya sebelum aku tahu siapa perempuan yang kini bersamamu, aku nyaris menangis. Tetapi aku sendiri tidak menyangka aku akan tersenyum senang saat mengetahui aku mengenal baik perempuan itu. Dan ku harap kamu merasakan hal yang sama saat mengetahui kau mengenal dengan sangat baik laki-laki yang kini bersamaku.
Aku sungguh merasa senang, ini bukan munafik. Aku bahkan sampai tertawa. Inimengejutkan. Konyol. Dan menyenangkan.
Aku merasa seperti berada di dalam sebuah novel serial bergenre romance dan menjadi tokoh utama bersama kalian bertiga.
Dan kini kita ada di halaman-halaman terakhir novel itu. Kita menjumpai happy ending dengan pasangan masing-masing dan siap melompat ke seri berikutnya.
Haha goodluck for us :)

4/5/12

God my hands can’t stop shaking.


Aku tau ini nggak akan seromantis apa yang ada di imajinasiku, tapi nggak ku sangka akan benar-benar terjadi.

Hitungan menit berlalu sejak kamu mengungkapkannya dan aku masih tidak bisa menemukan kata-kata untuk menjawabmu.

Dan aku tidak lagi mengenalmu yang biasanya saat dengan girangnya kamu memastikan bahwa jawabanku memang apa yang kamu harapkan.

God, apa aku sudah gila?

Well, but it's okay, jika memang mimpi indah ini hadir karena aku sudah gila.

4/2/12

unfortunately I did love you


Aku bisa gila jika harus memendam perasaan ini lebih lama lagi.
Apalagi jika harus mendapati kenyataan kamu tidak memiliki rasa yang sama.
Dan sekarang aku menemukan aku yang sudah hilang muka saat sadar aku salah bicara dan kamu sudah mengetahui semuanya.
Sungguh, pipiku memanas karena malu padamu yang terang-terangan menunjukkan kalau kamu tau semua itu, semua yang aku rasakan. 
Tapi kamu sudah tau semuanya dan kamu masih saja tidak melakukan apa-apa. Masih mungkinkah aku berharap?
Pipiku bertambah panas lagi saat melihat seorang kamu menulis kata-kata cinta yang membuatku berharap lebih dari yang aku harapkan.
Dan entahlah, mungkin aku benar-benar sudah gila.
Tidak peduli orang mengataiku apa,
hanya saja ternyata aku memang mencintaimu.

4/1/12

Today I had a really beautiful morning :)


Today I had a really beautiful morning.

Mungkin untuk orang lain hal ini tidak ada istimewa-istimewanya, tapi aku tidak akan membohongi diri sendiri dengan mengatakan aku tidak menganggap momen tadi indah. Rasanya lebih baik macet dan kita tak kunjung sampai di tempat tujuan agar aku bisa lebih lama menikmati waktu, berdua denganmu di atas motormu. Berharap akan ada lain kali tapi aku sendiri tidak bisa memastikan kapan lagi bisa begini. Dan aku hanya bisa menikmati detik-detik yang rasanya berlalu sangat cepat itu dalam diam di depan punggungmu. Diam-diam memandangimu yang tak pernah sedekat ini sebelumnya. Ingin mengajakmu bicara tapi tiba-tiba aku tidak tahu lagi apa arti kata-kata. Kamu yang selama ini hanya diam dan menanggapiku seadanya. Sungguh rasa penasaran sangat menggelitikku. Apa kamu juga begitu?
Aku tak bisa lama-lama memandang punggungmu kalau tidak memeluknya. Aku tak bisa lama-lama berdiam diri seperti ini kalau tidak mengawalinya dengan mengatakan, “Aku sungguh menyayangimu” di telingamu. Detik-detik yang kini ku kenang, ku lewati dengan mengingat setiap kata yang kamu ucapkan lewat sms ataupun saat kita chatting. Aku sangat menyadari perubahan sikapmu akhir-akhir ini. Perubahanmu yang membuatku mau tak mau jadi berharap. Aku sendiri tidak benar-benar menyadari rasa yang diam-diam menyelinap ini sampai saat aku melihat wajahmu yang memerah karena malu padaku di hari itu.
Dan ternyata aku sungguh menyukaimu. Aku sungguh menginginkan kamu untukku. Aku berharap ini bukan lagi sekedar pencarian pelampiasanku setelah dia mengecewakanku dengan kepergiannya. Aku sendiri penasaran dengan apa yang kamu pikirkan setelah mengetahui perasaanku padamu padahal temanmu itu sudah membuat kenangan sendiri dihatiku. Aku mohon jangan anggap aku ini tidak serius karenanya. Walau sungguh aku sudah mengagumimu sebelum dia datang. Tidakkah kau menyadarinya?
Sampai sekarang aku masih takut untuk berharap. Aku selalu takut berharap. Dan terkadang aku benci terus berharap dan tidak bisa berhenti. Tapi sungguh aku ingin kamu berbeda.
Aku suka kamu. Walaupun kamu pendiam dan pemalu. Walaupun rumahmu begitu jauh. Walaupun mungkin kamu sulit menyediakan waktu untukku. Walaupun sepetinya bahasa kita berbeda. Walaupun asal kita tidak sama.
Aku suka kamu. Wajahmu yang memerah. Suaramu yang membuatku menggila. Matamu yang menatap malu. Terlebih lagi petikan gitarmu yang diselipi suara indah dari mulutmu.
Dan sekarang aku sudah merindukanmu lagi. Hanya selang hitungan detik, menit dan jam, aku sudah mengingikanmu lagi. Sungguh saat kamu berkata kamu tak ingin mengulangi kesalahan yang sama, sudut hatiku berteriak bahwa aku bukan sebuah kesalahan. Sungguh saat kamu berkata kamu butuh sayap, sudut hatiku berteriak lebih keras lagi bahwa aku bisa menjadi apa yang kamu butuhkan. Aku nyaris tidak peduli dengan tanggapan buruk orang-orang tentang perasaanku ini yang ku harap menjadi perasaan kita.