12/31/13

2014!


Welcome 2014!! Happy new year everyone!

Please be awesome, be great, be mine!
Lulus, lolos, sukses!


---------------------------------------------------------
"Tahun baruan kemana kamu?" "Di rumah tidur."
"Yaelah haha, seriusan masa gitu doang?" "Iya seriusan."
I am 17th years old and I'm not going anywhere to celebrate the new year eve, is anything wrong about that? zzzzzz -_-

12/22/13

"Well dear, if I can't play the guitar, do you still love me?"

Aku nggak pernah nyangka kamu bakal nanya kayak gitu. Of course no, I love you and I'll love you however you are. Sounds booo but seems true if you know me.
Emang bener aku suka banget sama gitar, suka banget suaranya, liat jari-jari profesional metik senarnya, suka sesuka sukanya. Tapi bukan berarti aku ngeharusin kamu jadi profesional gitaris, kamu cuma bisa segini juga nggakpapa, nggak usah dipaksain :)
Well, cukup puas liat gitarmu tanpa harus kamu mainin kok.
Sorry, aku tau pasti rasanya bikin takut kamu sendiri tiap liat aku segitu gilanya sama gitar tapi kamu malah not that close sama gitar. Pasti sedih ya liat aku histeris nonton profesional gitaris live, bikin kamu pingin aku liat kamu in that way. Well I'm sorry dear, aku emang suka kelepasan, I didn't mean like that :*

11/24/13

Re-read roesag


Well then, here we go.
Just re-read my oldest post about roesag, sambil dengerin this ain’t love song-nya Bon Jovi,  then it’s just come out from nowhere, miss you again guysss.
Udah kelas 3 boss, udah di penghujung season buat masuk ke judul baru, coming soon in next year, we hope.
Ya mau nggak mau emang waktu berjalan sih, new friend, new opinion. Aku tau dan aku takut kalaupun kita, one day, bareng-bareng lagi, nggak bakal sama kayak waktu itu. Aku nggak tau kenapa rasanya kelas 1 tuh kayak lancar banget, muluus kayak jalan baru kering aspalnya. Ya temenannya, ya yang lain-lain. Bukan lancar dalam artian nggak ada masalah sih, tapi kayak hubungan orang pacaran gitu, makin sering ada masalah makin deket hehe :3
Rasanya kayak emang waktu itu kita masih polos aja, belum terlalu tercemar pola pikir anak SMA, dan ternyata it’s rather we like that than we like, you know, like this, buat hal-hal tertentu sih.
Yang bikin aku hopeless sih yang katanya mau reunian ntar, 20 tahun lagi katanya, mungkin nggak ya. Kadang kayak semakin kesini semakin renggang aja, malah udah ada aja yang kalo ketemu kayak orang nggak kenal, well, I hate that bad feel. Gimana kalo ntar udah jarang ketemu coba? Haha mungkin sih kalian yang baca bakal mikir apaan sih, biasa aja kali. Tapi selain aku emang selalu nulis apa yang ada di pikiranku, I hate anything about goodbye, mau diucapin secara formal apa cuma sekedar ngilang tiba-tiba, it’s still hurt when the memories always pop up everytime.
Emang yang namanya relationship itu rentan sih, yaa keep it last sebisanya aja deh ya, gonna miss you moreee-

10/20/13


Aku takut kalo rasa bosanmu itu muncul, kali ini terhadap aku. Kita emang jauh beda dalam banyak hal, dan emang banyak cowok yang satu tipe sama aku, yang mungkin jauh lebih nyambung, dan jauh lebih sedikit selisih pendapat.
Tapi jauh lebih banyak cewek yang satu tipe sama kamu, yang jauh lebih ngerti kamu. Apa ke-nggak-samaan kita ini emang nggak bisa diatasin ya :I

9/15/13

100% happiness


Aku tipe orang yang pingin semua orang bahagia. Kayak waktu lagi di jalan yang biasanya aku lewatin, aku liat ada resto yang keliatannya udah berdiri lama disana, sepi banget, no one coming almost everyday. Tapi aku bisa liat resto itu pernah ngalamin masa jayanya. Bayangin sedihnya pemiliknya not a good idea. Takut kalo aku ke depannya juga bakal ngalamin itu, ngalamin kegagalan. But that’s me, naïf, mana mungkin kan semua orang bahagia, bahkan udah diciptain neraka buat dampingin surga, jadi sampai kapanpun kebahagiaan 100% itu imposibble. Roda berputar, bahkan sampai jauh setelah kita mati.

8/25/13


Aku suka awan mendung, mereka menyejukkan, membangkitkan memori waktu rintikan air itu turun. Tapi aku lebih suka lagi waktu nggak ada awan mendung yang menghalangi cahaya bintang bulan seperti observatorium alami, cantik, apalagi kalau ada kamu di sampingku.

7/30/13

Aku suka lampu kota yang berwarna kuning. Terpaan cahaya di pinggir trotoar itu membuat apa yang indah menjadi lebih indah, apalagi kamu dibawah siraman cahaya itu.

7/20/13

Don't judge us


Kamu hebat. Dua kata itu cukup buat menggambarkan kamu seiring waktu aku kenal kamu.
Kamu yang tiba-tiba muncul disaat yang bikin aku butuh seseorang. Bukan, bukan salahmu kalau waktu nggak memihak kita dan anggapan orang-orang nggak selalu kayak yang mereka bilang di depan kita.
Kita emang cuma dua orang asing yang baru aja kenal. Tapi ternyata waktu yang kita lewatin bareng dan mereka nggak tau itu berarti banyak hal walaupun baru sebentar.
Aku cuma berharap ini bukan media pelampiasan kita berdua ya, karna mungkin sebenernya posisi kita sama. Mungkin aku emang mirip sama masa lalumu dan kamu mirip sama masa laluku, tapi itu bukan berarti hubungan kita ini pelampiasan, iya kan?
Aku nggak tau sejauh apa kita bisa bertahan, tapi kita coba lihat dulu aja ya sejauh mana sungai kita mengalir J

6/24/13

Radiohead - Creep


When you were here before, couldn’t look you in the eye
You’re just like an angel, your skin make me cry
You float like a feather in the beautiful world
I wish I was special, you’re so fucking special

Chorus: 
But I’m a creep, I’m a weirdo
What the hell am I doing here?
I don’t belong here

I don’t care if it hurts, I wanna have control
I want a perfect body
I want a perfect soul
I want you to notice when I’m not around
You’re so fucking special, I wish I was special
(chorus)
She’s running out the door, she’s running out, she’s run, run, run, run, run
Whatever make you happy
Whatever you want
You’re so fucking special, I wish I was special
(chorus)

*You should check the acoustic version and some cover by glee and Ingrid Michaelson

6/22/13

Dear you, my great friend.


I just wanna say thank you for everything.
Kamu orang pertama sejak aku masuk SMA yang segitu pedulinya sama aku. Kamu orang pertama yang setiap aku duduk sendirian langsung duduk di sebelahku, kamu kasih sebelah headsetmu di telinga kananku, dan ngajak aku nyanyi bareng. Kamu orang pertama yang ngajarin aku tentang perjuangan hidup. Kamu yang nggak pernah bosen nyapa aku tiap hari dengan senyum itu dan rangkulan itu. Kamu yang pertama kali berhasil nyulik aku di hari ulang tahunku, you know what? That the best birthday I ever had. Kamu yang pertama kali bikin aku seneng banget dibawah siraman cahaya kuning lampu jembatan malam itu, I really enjoyed that time, with you and our friends.
Api unggun dan pengakuan di tengah malam, air mata, asap rokok, tawa canggung dibalik kesedihan, kata-kata dibalik tertutupnya mulut kita. Isi playlistmu, nyanyianmu, suara gitarmu, suara drum itu, lagu-lagu kita, nggak akan pernah aku lupain.
Thanks. See you somewhere.

5/3/13

I was


“Kota Jogja itu… romantis.” Tiap denger kalimat itu entah kenapa yang muncul di benakku itu selalu kamu. Betapapun itu udah mencapai hitungan tahun, memori itu tak berhenti berputar.
Aku masih ingat semuanya, setiap detilnya. Sore itu tiba-tiba kamu telfon, dengan santainya kamu ajak aku ikut kamu pergi keluar malam itu. “Cuma makan-makan kok, sama anak-anak yang lain juga.” Katamu dengan logat yang sangat ku rindukan sekarang.
Kamu bermaksud menghiburku. Aku bisa lihat itu. Kamu tahu aku nggak pernah keluar rumah. Kamu tahu bahkan dihari-hari yang harusnya istimewa, hariku sama sekali tidak. Aku mengalami sesuatu yang disebut monoton.
Aku berusaha ngejelasin aku nggak punya uang dan nggak ada kendaraan, dan kamu langsung bilang kalau soal itu serahin aja ke kamu, yang penting aku dateng kesana, kamu bahkan mau ngizinin ke orang-orang dirumah. Nggak banyak cowok yang aku kenal ngelakuin itu. Maka seketika itu juga aku mengiyakan, excited.
Kamu menjemputku dan memberiku senyum itu. Damn, I miss that smile. Waktu itu bintang belum muncul, apalagi bulan. Langit mendung. Kita berdua terlambat datang, tapi anak-anak yang lain belum juga ada yang makan, “Kita nungguin kalian, nggak enak kalau makan duluan.” Kata seorang dari sekumpulan cowok yang aku kenal dekat itu. Aku satu-satunya perempuan di meja itu, tapi nggak ada rasa canggung, yang ada malah perasaan excited. I just love this atmosfer much more than when I’m with the girls.
“Kamu mau makan apa? Tinggal ambil aja nih, kasihan kamu pasti udah laper kan.” Katamu memandangku. Aku bingung, jadi malah ku tolak. Lalu dengan sigap kamu menyiapkan semuanya, “Mau yang ini nggak? Apa mau yang ini?” tanyamu cepat melihat responku yang malah melambat. “Kamu kan belum pesen minum, nih minum punyaku aja biar aku yang pesen lagi, belum aku minum kok. Kamu pasti haus kan.” katamu lagi. Memperhatikan hal-hal kecil yang mendetail seperti itu memang kebiasaanmu. And I think that’s what every girl want, include me.
Seperti saat kita keluar dari tempat makan itu, langit mulai menjatuhkan tetesan air rintik-rintik. Dinginnya menembus cardigan-ku. Aku bahkan belum sempat memandangimu lagi saat kamu melepas jaketmu dan memakaikannya ke punggungku dari depan wajahku.
 “Nggak usah protes, kamu tanggung jawabku karna aku yang ngajak kamu pergi, jangan sampai gara-gara kamu pergi sama aku kamu jadi sakit.”
Banyaknya memori dalam satu malam itu nggak pernah bisa aku kunci. Berputar setiap kali aku ngeliat kamu. Rasanya nggak enak, pingin banget ngungkapin ke kamu, tapi aku bahkan nggak paham apa yang harus aku ungkapin ke kamu.
I realized that I’ve fallen for you. I was. Yeah I think.

4/29/13

I won't


Aku, selama ini ngebohongin perasaan sendiri bahwa aku udah lama ngelepasin kamu, jauh di belakang. Aku sama sekali  udah nggak ada apa-apa sama kamu. That’s all.
But then, one simple word from your mouth make me realized, that everything was fake.
“Hei.”
Suara yang dulu setiap pagi mengisi hariku, bergema dan menyeruak. Senyum itu… hei udah berapa lama kita nggak ketemu sampai aku baru sadar aku sekangen ini?
Tanganmu yang dulu ngejaga aku, sekarang ngejaga orang lain. Aduh. Apa ini? Sakit.
Telinga yang dulu selalu siap dengerin aku, kamu yang selalu menghampiri aku kapanpun. Kamu yang ternyata masih bisa bikin aku sayang sampai sekarang.
Siapa sih kamu? Tega. Aku kan udah capek nunggu. Eh, tapi tiba-tiba kamu muncul ngehancurin semuanya. Kenyataan menamparku dan aku bergumam, “Damn. I won't fall again, God, please, I won't.”

1/31/13

Check this!


You must to check this out! Easy listening, a lullaby song created by my own friend. Shine!