Sesak.
Kata-katamu yang begitu singkat namun menjelaskan semua.
Matamu yang menatapku lekat seakan menjadi pembuktian bahwa
aku bersalah.
Suaramu yang tertahan menahan rasa sakit dan kesal sekaligus
bergema di kepalaku.
Sesak.
Air matamu sudah akan tumpah dan aku hanya bisa diam memandangimu.
Rasanya aku tidak ingin mengaku lalu menyalahkanmu saja tapi
egoku tidak sampai.
Memaki diri sendiri tidak juga membuatku puas.
Sesak.
Ketakutanku membuatmu lebih terluka semakin nyata.
Mengapa engkau begitu rapuh padahal aku juga rapuh?
Berjanji pada diri sendiri aku tidak akan menangis di
hadapanmu sekarang.
Sesak.
Kebisuanku hanya bisa ku akhiri dengan kata maaf.
No comments:
Post a Comment